Komite Audit

Komite Audit

Komite Audit Perseroan telah dibentuk sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. MSI/023/IX/DKOM/2020 tanggal 10 September 2020 dan Piagam Komite Audit dengan susunan Komite Audit sebagai berikut:

Ketua     : Andry Wisnu

Anggota : Djaja Setia

Anggota : Beti Puspitasari Santoso

Komite Audit telah memiliki Piagam Komite Audit sebagai panduan pelaksanaan tugas Komite Audit yang telah mengacu dan sesuai dengan Peraturan Nomor 55/POJK.04/2015 dimana piagam ini disahkan oleh Dewan Komisaris Perseroan. Masa tugas anggota Komite Audit adalah tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan dapat dipilih kembali hanya untuk masa 1 (satu) periode berikutnya.

 

Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit sesuai dengan Piagam Komite Audit yang telah disusun dan ditetapkan dengan Keputusan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:

 

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

Membantu Dewan Komisaris untuk menjalankan fungsi pengawasan di Perseroan, Komite Audit mengemban sejumlah tanggung jawab, yang secara garis besar tercantum dalam Piagam Komite Audit sebagai berikut:

  1. Melakukan penelahaan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan atau pihak otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan.
  2. Melakukan penelahaan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.
  3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan akuntan atas jasa yang diberikannya.
  4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan imbalan jasa.
  5. Melakukan penelahaan atas pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal.
  6. Melakukan penelahaan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris.
  7. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
  8. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Perseroan.
  9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

 

Kewenangan Komite Audit

Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit mempunyai wewenang sebagai berikut:

  1. Mengakses dokumen, data dan informasi Perseroan tentang karyawan, dana, aset dan sumber daya perusahaan yang diperlukan.
  2. Berkomunikasi langsung dengan karyawan termasuk Direksi dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal, manajemen risiko, dan akuntan terkait tugas dan tanggung jawab Komite Audit.
  3. Melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit yang diperlukan untuk membantu pelaksanaan tugasnya (jika diperlukan).
  4. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.

 

Djaja Setia
Anggota

Warga Negara Indonesia, lahir di Tg. Batu pada tahun 1959.

Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Keuangan di Dana Pensiun Danapera (2019-sekarang).

Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independent di PT MNC Studios International Tbk (2018-2020), SVP Finance & Accounting di PT Media Nusantara Citra Tbk (2014-2016), Direktur Keuangan di PT MNC Networks (2013-2014), dan Direktur Keuangan di PT Sun TV (iNews) (2009-2013), Direktur Pension Fund Investment di Danapera (2016-2019).

Beliau memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 1988.

 

Beti Puspitasari Santoso
Anggota

Warga negara Indonesia, dilahirkan di Cirebon pada tahun 1959, Beti Puspitasari Santoso telah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Global Mediacom Tbk sejak 27 Juli 2015.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Pemimpin Cabang di Bank Dagang Nasional Indonesia, Wakil Direktur PT MNC Investama Tbk (1996-1999) dan Direktur Utama PT MNC Investama Tbk (2000-2002).

Dia juga menjabat sebagai Komite Pemimpin Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) (2001-2005) dan Presiden Direktur PT MNC Kapital Indonesia Tbk (2002-2004).

Pada tahun 2004-2007, ia menjabat sebagai Direktur PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) dan kemudian sebagai Direktur RCTI (2009-2013) dan Wakil Direktur utama RCTI (2013-2014).

Ia meraih gelar sarjana Ekonomi dari Universitas Parahyangan Bandung pada tahun 1985.