10 Sep 2019, 16:43 WIB

MSIN Optimis MCN Akan Genjot Pertumbuhan Perseroan

 

JAKARTA - Starhits, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh PT MNC Studios International Tbk (MSIN), telah memulai kegiatan MCN (Multi Channel Network) yang diberikan oleh Youtube pada Agustus 2019.

Dengan MCN, Starhits memiliki kemampuan untuk memonetisasi kontennya sendiri di Youtube dan konten dari content creators lainnya dengan berbagi hasil pendapatan (revenue share). Ini akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penting bagi MSIN di masa depan.

Youtube rata-rata membagi 50% dari semua pendapatan iklan dari pengiklan dengan pemilik konten atau dengan MCN jika konten dikelola oleh MCN. Sejak diluncurkan Agustus lalu, MCN milik Starhits telah menghasilkan 1,6 miliar views dan lebih dari 11 juta subscribers hanya dalam satu bulan pada akhir Agustus 2019.

Selain itu, termasuk konten non-MCN lainnya yang dimiliki oleh perseroan yang dikelola oleh Starhits di Youtube, total views telah mencapai 20,1 miliar, dengan total subscribers sebesar 22,1 juta pada akhir Agustus 2019. Ini merupakan sebuah perolehan terbesar di Indonesia, baik dalam hal jumlah views maupun subscribers.

Selain bisnis MCN yang baru dimulai dalam satu bulan terakhir, bisnis lain milik Perseroan juga telah menunjukkan hasil yang memuaskan, terutama dalam produksi drama melalui PT MNC Pictures (MNCP). MNCP telah memproduksi 2.911 jam konten drama berkualitas tinggi, termasuk serial drama, dengan pangsa pasar sebesar 40,5% (Januari-Agustus), ini juga merupakan perolehan terbesar di Indonesia.

Serial drama milik perseroan juga terus menduduki puncak program terbaik, dengan program berperingkat tertinggi di Indonesia diproduksi oleh MNCP, yaitu TOP (Tukang Ojek Pengkolan). Perseroan memproduksi 9 program dari 20 program teratas yang disiarkan oleh semua FTA untuk bulan Agustus 2019. Program-program ini termasuk Dunia Terbalik, Rindu Tanpa Cinta, dan Fatih Di Kampung Jawara 2 di antara banyak lainnya lagi.

Mengenai kinerja, hingga bulan kedelapan tahun ini, MSIN membukukan pertumbuhan pendapatan yang luar biasa sebesar 22% (year on year/YoY) menjadi Rp1,223 triliun dari Rp1,003 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga mengalami peningkatan pendapatan konten yang signifikan sebesar 12,7% pada tahun 2019 sebesar Rp1,287 triliun sebelum dieliminasi dari Rp1,142 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan digital juga melonjak secara signifikan sebesar 243% (YoY) menjadi Rp76,7 miliar dari Rp22,3 miliar tahun lalu.

Selanjutnya, EBITDA naik 11,9% YoY dari Rp239,7 miliar menjadi Rp268,3 miliar tahun ini, sementara laba bersih tercatat sebesar Rp162,3 miliar. Ini merupakan peningkatan 8% (YoY) dari sebelumnya Rp150,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan biaya YTD dibandingkan tahun lalu disebabkan oleh masuknya PT Asia Media Production (AMP) yang diperoleh Perseroan sebesar 70% pada pertengahan tahun lalu.

Perseroan juga mulai memproduksi konten digital tahun ini dan ada beberapa biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Konten digital pada akhirnya akan berkembang menjadi aliran pendapatan berkelanjutan baru bagi perseroan di masa depan.

"Kami sangat puas dengan kinerja perseroan, secara kualitatif dan kuantitatif. Pendapatan dari digital dan konten telah bertumbuh dengan sangat kuat. Demikian pula dengan kinerja peringkat program, di mana program teratas peringkat 1 dan 2 di FTA TV diproduksi oleh perseroan," ungkap Direktur Utama MSIN Ella Kartika, di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dia melanjutkan, EBITDA dan laba bersih juga menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. "Kedepannya, kami yakin bahwa kehadiran MCN akan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan perseroan," tambahnya.

 

Sumber : Sindonews.com